Tampilkan postingan dengan label Cerita inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Memo dari Tuhan

Tanggal: Hari ini
Kepada: Kamu
Dari: Atasanmu
Perihal: Dirimu


Saya, Tuhanmu, hari ini Saya akan menangani semua masalah kamu. Harap diingat bahwa Saya tidak butuh bantuan kamu.

Jika kehidupan yang kamu jalani saat ini membawa kamu pada situasi yang tidak dapat kamu tangani, mohon letakkan permasalahan kamu tersebut pada kotak ADT (Akan Diselesaikan Tuhan). Semuanya akan diselesaikan, tapi dalam ukuran waktu Saya, bukan kamu.

Setelah masalah diletakkan dalam kotak, jangan pernah kamu kembali memperhatikannya, kembali menengoknya dan mengkhawatirkannya. Sebaiknya kamu fokus pada hal-hal lain yang indah yang sudah dan akan hadir dalam hidup kamu.

Jika kamu mengalami hal-hal buruk dalam pekerjaan, pikirkan orang lain yang tidak memiliki pekerjaan selama bertahun-tahun.

Jika hubungan cintamu atau kondisi keluargamu semakin memburuk, pikirkan orang lain yang tidak pernah merasakan rasanya mencintai dan dicintai.

Jika kamu sedih karena tidak bisa menikmati libur akhir pekan, pikirkanlah seorang janda miskin yang harus bekerja hampir seharian dan seminggu penuh untuk memberi makan anak-anaknya.

Jika tiba-tiba kendaraan kamu rusak di tengah jalan yang sepi dan jauh dari pertolongan, pikirkan orang lain yang tidak memiliki kaki atau lumpuh yang tidak dapat berjalan normal.

Jika kamu tiba-tiba melihat rambut anda sudah mulai memutih beruban, pikirkanlah pasien kanker yang rambutnya rontok karena harus menjalani kemoterapi.

Jika kamu bingung memikirkan dan merenung tentang hidup dan menanyakan maksud Saya terhadap hidupmu, maka bersyukurlah karena masih banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk berpikir.

Jika kamu menganggap diri kamu telah menjadi korban dari ketidaktahuan orang lain, ketidakpedulian orang lain atau ketidaktoleransian orang lain atau yang lebih buruk lagi, mungkin kamu juga termasuk salah satu dari mereka yang intoleran dan tidak peduli.

Jika kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini kepada orang lain, makakamu  mungkin telah menyentuh hidup mereka dengan cara yang tidak pernah kamu tahu!

Terima kasih.


Tuhan.

Minggu, 10 Februari 2013

Kisah tentang Nilai C

Readers, weekend ini aku pengen berbagi cerita deh.. Semoga menginspirasi ya :)



Sebelum seorang professor di suatu universitas akan membagikan ujian akhir kepada para mahasiswanya, ia mengajukan suatu tawaran istimewa kepada mereka.

Ia berkata, "Siapa yang mau mendapat nilai C otomatis dalam ujian ini, angkat tangan dan kamu tidak perlu mengikuti ujian. Saya akan langsung memberikanmu nilai C."


"Satu tangan terangkat. Kemudian yang lainnya, dan yang lainnya
hingga setengah dari para mahasiswa tersebut telah memilih untuk tidak mengikuti ujian itu. Mereka akan menerima nilai C secara otomatis, dan mereka pun pulang dengan gembira.

Profesor itu kemudian membagikan lembaran ujian kepada mahasiswa yang masih tinggal di kelas itu. Ia meletakkan lembaran-lembaran tersebut di meja dan meminta mereka tidak membaliknya sebelum diperintahkan.


Ia memberi selamat kepada para mahasiswa tersebut karena mereka tidak mau menerima nilai rata-rata dan bahwa mereka bersedia melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup mereka.


Kemudian professor itu memerintahkan mahasiswanya untuk memulai ujian mereka. Para mahasiswa spontan terkejut, ketika menemukan bahwa lembaran ujian mereka hanya tertulis kalimat singkat: “Selamat. Anda baru saja mendapatkan nilai A.”


...

:)

Hm, got it guys? Terlalu sering kita mengambil jalan pintas yang mudah dan menerima keadaan biasa-biasa saja saat seharusnya kita bisa membangun potensi diri kita. Kita berpikir bahwa nilai C tidak begitu buruk dan cukup pantas untuk kita peroleh.

Hidup biasa-biasa saja, tanpa mengeluarkan potensi maksimal dalam hidup kita, merupakan suatu kesia-siaan atas anugerah Tuhan yang luar biasa dalam diri kita.

Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!

Ayo lakukan yang terbaik untuk apapun yang sedang menjadi tanggung jawab mu saat ini! Jadilah luar biasa!

 
Intan Fandini 

Minggu, 14 Oktober 2012

Jangan terlalu lama memegang beban :)


"Banyak kali beban kita ni!"
"Ndeeeeeeh sakit kepala mikirinnya, beban beban beban!"
"Terbebani!"

Akhir-akhir ini, aku sering mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut temen-temenku. Tidak terkecuali aku yang tanpa sadar juga pernah menganggap sesuatu menjadi beban yang tak bisa dielakkan. Aku punya cerita bagus mengenai kenapa beban itu menjadi terasa sangat berat. Ketika aku merasakan beban yang luar biasa, seketika aku ingat cerita ini..

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
     
"Seberapa berat menurut anda kira- kira segelas air ini?"
 

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya," kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.




Nah temen-temen, ketika kita punya beban, letakkanlah beban itu pada waktu dan tempat yang semestinya. Ada kalanya kita memegang beban itu, dan ada kalanya kita beristirahat dan melepaskan beban tersebut. Jangan terus-terusan membawanya kemana-mana. Kita harus meninggalkan beban tersebut secara periodik agar kita mampu membawanya lagi. Bukan beban berat yang sebenarnya membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut :)


Gadis ini mungkin sudah stress jika terus-terusan memegang beban yang dimilikinya, hehe









Intan Fandini

Selasa, 06 Desember 2011

Putus Asa itu Milik Iblis :O

Pada suatu saat, Iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat calon pembelinya, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang yang dijual sungguh menarik, dan semua barang kelihatan sangat berguna sesuai fungsinya. Harganyapun tidak mahal.
Barang yang dijual antara lain; Dengki, Iri, Tidak Jujur, Tidak Menghargai Orang Lain, Tak Tahu Terima Kasih, Malas, Dendam, dan lain-lainnya. Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya sederhana, sudah agak usang, tetapi harganya sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain.
     Salah satu calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?”
     Iblis menjawab: “Itu namanya Putus Asa” .
     ”Kenapa harganya mahal sekali, padahal sudah usang?”.
     ”Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan alat lain. Begitu saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut. Barang ini menjadi usang karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu milik saya”.

Jumat, 25 November 2011

Wanita terkadang lupa betapa berharganya dia

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan menjawab:“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan menjawab:“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
Malaikat itu takjub.
“Hanya dengan dua tangan?….impossible!“
Dan itu model standard?!
“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.
“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.
“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.
“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?” “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“
“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.
Tuhan menjawab:
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”
Malaikat itu menyentuh dagunya….
“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata”, koreksi TUHAN
“Untuk apa?”, tanya malaikat
TUHAN melanjutkan:
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat.
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita- ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
Ya mestii…!
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
Terkadang dia lupa betapa berharganya dia…

Selasa, 02 Agustus 2011

NoaFlut Story

Readers, kalian pernah ga berfikir tentang sebuah rasa yang muncul tanpa syarat? Masih ada ga sih di dunia ini seseorang yang benar-benar menyayangi dengan tulus banget, bahkan bisa dibilang tanpa syarat?

Ada sebuah cerita..
Seorang lelaki, sebut saja namanya Noa, tidak sengaja bertemu di dunia maya dengan seorang gadis sederhana, sebut saja namanya Flut (hihi baguss kan namanya). Herannya, pertemuan yang tidak sengaja di dunia maya itu membuat mereka semakin sering berkomunikasi hingga akhirnya sang lelaki merasa nyaman. Nyaman dalam artian sang gadis bisa mendengarkan keluh kesahnya dengan baik, ngobrol lancar seperti aliran sungai, intinya mereka berdua senang bisa berbagi cerita satu sama lain walau hanya lewat sebuah telepon genggam dan hanya mendengarkan suara lawan bicara, tanpa  pernah bertatap muka.

Noa mulai berani bercerita lebih jauh dan semakin percaya pada Flut bahwa Flut tidak akan menceritakan hal-hal rahasia itu pada orang lain, termasuk suatu hal yang mengejutkan Flut, yakni pengakuan si Noa bahwa ia mengidap suatu penyakit berbahaya, kanker otak. Selain mengakui penyakit itu, Noa juga membuat pengakuan lain yakni tentang perasaannya terhadap Flut, Noa sayang Flut. Dia bilang, Flut itu berbeda, Flut itu bisa nenangin Noa saat Noa takut dan kesakitan. Dia bilang juga, ini aneh, kenapa bisa terjadi cinta kilat yang seperti ini, dia bilang perasaannya sangat kuat dan yakin. What? Tentu saja Flut kaget atas pengakuan itu, baru kenal lho, bertemu pun ga pernah, apa yang harus Flut katakan?

Pada awalnya, Flut memberikan nomer handphone pada Noa karna katanya Noa butuh teman berbagi cerita.. Karna Flut seneng dengerin cerita orang lain, apalagi bisa bantu orang itu nyelesain masalahnya, Flut pun ngerasa seneng.. Dan setelah mendengar cerita Noa, Flut sempat kagum, terharu, dan salut atas ketabahan dan ketegaran Noa menghadapi masalah dan cobaannya. Namun terkadang, Noa bisa down juga, disaat itulah Flut berusaha untuk menjadi teman yang baik yang bisa membuat Noa semangat lagi, ngelawan penyakitnya, untuk bisa sembuh dari penyakit itu.

Makin hari, Noa smakin sering mimisan dan sakit kepala, bahkan saat sedang berkomunikasi dengan Flut. Spontan Flut merasa sangat khawatir, hanya doa dan dukungan moril yang dapat Flut berikan, Flut ga bisa berada di samping temannya, apalagi menjenguk dan merawatnya, jarak mereka berdua jauh sekali. Tapi Noa mengatakan bahwa jika ia sakit, sakitnya itu berkurang apabila Flut bersamanya, mendengarkan suaranya, Flut menyemangatinya, lama kelamaan Flut sangat peduli padanya, entah kapan awalnya rasa sayang Flut terhadap Noa tumbuh seiring waktu, tulus, sangat tulus..

Menurut readers, apakah rasa yg dialami oleh Noa dan Flut itu bisa dikategorikan rasa yang tanpa syarat? Hmm... Coba deh lihat, Flut itu gadis biasa saja, dia ga cantik, dia ga kaya, dia hanya punya sebentuk perhatian yang diberikannya pada Noa, mereka tidak pernah bertemu, mereka HANYA berkomunikasi lewat telfon.. Sedangkan Noa, Noa sedang sakit, tapi Flut ga peduli dengan itu. Salah ga sih mereka punya rasa itu?

Well, kalo aku jadi salah satu sahabat di antara keduanya, aku bakal bilang, bertahanlah jika memang hatimu yakin, berhentilah jika kamu merasa ragu dan rasa itu menyakiti kalian berdua.

Kalau aku berada di posisi Flut, aku bakal bilang gini sama Noa :
"Kamu jangan pernah putus asa atas cobaan yang kamu terima dari Allah, Allah ga akan pernah ngasih cobaan kepada manusia yang ga sanggup untuk ia hadapi. Kamu pasti kuat Noa, Allah tau kamu pasti mampu melewati ini semua.
Jangan pernah bilang hidupmu ga akan lama lagi, karna, ga akan ada seorang manusia pun yang tau kapan ia akan dipanggil Tuhan, dan ga menutup kemungkinan, aku yang bakal dipanggil duluan daripada kamu.
Dokter memang bisa memvonis kamu punya penyakit kanker atau hidupmu ga lama lagi, tapi ga ada seorang pun yang bisa memastikan, karna keajaiban dari Allah itu ada. Allah yang nentuin semuanya, bukan dokter. Teruslah berdoa, karna Allah akan mengabulkan permintaan orang-orang yang tak pernah menyerah, aku akan terus mendoakanmu dari sini.
Aku ingin kamu melawan penyakitmu, jangan mau kalah dengan penyakit, kamu ga sendiri, masih banyak orang-orang yang menyayangimu dan peduli padamu yang akan mendampingimu melawannya. Aku mungkin ga bisa menyembuhkan penyakitmu, kamu mungkin ga bisa melawan sakitmu sendiri, tapi KITA bisa, aku dan kamu bisa menyembuhkan penyakit itu dan melawan rasa sakitnya. Jadi, jangan pernah merasa bahwa kamu sendirian. Kamu, ada bersama orang-orang di sekelilingmu.
Saat rasa sakit menyerangmu, ingatlah Allah, ingatlah segala hal yang indah di benakmu, mungkin itu akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakitmu, sugestikan dirimu bahwa kamu bisa melewati ini semua, dan optimis sembuh, karena sesungguhnya kerja fikiran dan perasaanmu jauh lebih luar biasa ketimbang fisikmu.
Jangan menangis, jangan bersedih, jika derita akan jadi masa lalu, mengapa dijalani dengan rasa sedih, lebih tegar yaa, ada kekuatan didalam kesabaran, bersama kita tegar menanggung beban dan tangguh ketika sakit.
Jangan pernah menyerah Noa, jalani semua pengobatanmu dengan baik, akan banyak hal2 yang indah yang akan menantimu di depan,  perjalanan hidupmu masih panjang, percayalah pada Allah dan bersyukurlah atas pertemuan kita, aku menyayangimu" :')


Rabu, 18 Mei 2011

Ketika Wanita Menangis...

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”.
 
Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya
Melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya..

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya
Melainkan karna pertahananya sudah tak mampu lagi membendung air matanya..

Ketika wanita menangis,
Itu bukan karna dia ingin terlihat lemah
Melainkan karna dia sudah tak sanggup berpura-pura kuat..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin mencari perhatian
Melainkan karna apa yang dia perhatikan telah mengabaikannya..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia mengharapkan belas kasihan
Melainkan karna dia sedang mengasihani dirinya sendiri..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia ingin membuat sesuatu yang dia tangisi merasa bersalah
Melainkan karna dia tidak tau kesalahan apa yang membuat keadaan menjadi sedemikian..

Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia sedang memancing kepedulian semua orang terhadapnya
Melainkan justru karna dia tau , bahwa tidak akan ada orang yang peduli..

Ketika wanita menangis,
Janganlah engkau menganggapnya wanita lemah ataupun tukang cari perhatian
Karna engkau jugalah yang menyebabkan air mata itu mengalir di pipinya..

Dan ketika wanita menangis,
Janganlah kau menghukumnya dengan meninggalkannya begitu saja
Karna dia tidak mampu membawa berjuta tetes air matanya sambil mengejarmu..

:')

Senin, 07 Maret 2011

Give thanks to Allah

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,”Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima”. Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian, aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim kemanusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. “Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.
“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.
“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata , ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan “.
“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?”, tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini”.
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia”.
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu” .
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.
“Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian, maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan  maka engkau termasuk orang yang sangat jarang”.
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan”.
“Jika engkau dapat membaca note ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang memperlihatkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatiNya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “. (QS:Ibrahim (14) :7 ).
Ditujukan pada: Departemen Pernyataan Terima Kasih: “Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi note ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.
:)



Selasa, 15 Februari 2011

Cerita Tentang Kupukupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong itu. Seseorang itu duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh sang kupu-kupu, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Waktu demi waktu berlalu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang yang berniat menolong tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat perjuangan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu adalah jalan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sehingga nantinya dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Hmmm jika kita simak kembali kisah si kupu kupu ini, mungkin kita baru mengerti bahwa seekor kupu-kupu yang cantik ternyata baru bisa terbang dengan indahnya setelah melalui perjuangan yang cukup berat dalam proses metamorfosis yang luar biasa hebatnya.
Kadang-kadang perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan, kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang”.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon kekuatan, dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar..
Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana..
Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran..
Kita memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi bencana dan bahaya untuk diatasi..
Kita memohon cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai..
Kita memohon kemurahan dan kebaikan hati, dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti..
Kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan, dan Tuhan memberi apa yang kita butuhkan..

Begitulah cara Tuhan membimbing kita.
Kadang Ia tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti memberikan yang terbaik untuk kita.
Kebanyakan kita tidak mengerti atau mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana-Nya, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.
Tetaplah berjuang, berusaha, dan tawakal.
Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.
Percayalah ^_~

Sabtu, 05 Februari 2011

Cerita Tentang Paku

Naah, guyz..
Kemaren2 aku udah share cerita tentang katak kecil kan ?
Sekaraang, ada satu cerita lagi nih yg mau aku share disini..

"cerita tentang paku"
let's begin :)

Pada suatu ketika, hidup seorang anak yang sangat pemarah. Hal-hal sepele bisa menjadikannya naik pitam. Tapi beruntung bagi anak itu, ia memiliki seorang bapak yang sangat bijaksana.

Suatu hari, sang bapak memberikan anak itu sekarung paku. Bapak itu meminta agar anaknya melampiaskan kemarahannya dengan memakukan 1 paku ke tembok belakang rumah. Satu paku untuk setiap satu kali marah. Hari pertama pun dilalui. Hari ini anak itu marah sebanyak 35 kali, maka sebagai konsekwensinya, anak itu harus memasang 35 paku pula di tembok belakang rumah.

Hari demi hari pun berlalu, dan tampaknya terapi ini mulai berjalan lancar. Setiap hari, jumlah paku yang ditanamkan ke tembok itu makin berkurang, dari 35 menjadi 30, menjadi 23 dan seterusnya. Bahkan setelah menginjak hari ke seratus, anak itu sudah sama sekali tidak menanamkan paku ke tembok. Dengan gembira anak itu mengabarkan kepada bapaknya, bahwa sekarang ia lebih dewasa dan dapat mengendalikan emosinya. Sang bapak langsung memeluk anak itu, dan mengucapkan selamat kepadanya. “Masih ada satu tahap lagi, nak” kata bapak itu. “Mulai sekarang, cabutlah 1 paku dari tembok setiap saat kamu dapat bersabar dan memaafkan orang yang membuatmu marah..”

Anak itu pun segera menuruti perintah bapaknya. Setiap kali ia dapat bersabar dan memaafkan kesalahan orang, ia mencabut satu paku dari tembok. Hari demi hari pun berlalu, hingga tiba saat dimana ratusan paku di tembok tersebut telah habis dicabut. Anak itu pun kembali pada bapaknya, dan melaporkan keberhasilannya tersebut. “Kamu telah berhasil nak.. kamu telah menjadi seorang anak yang luar biasa.” Bapak itu melanjutkan, “Tetapi coba amati sekali lagi tembok itu”.

Sambil mengelus lubang-lubang bekas paku di tembok, bapak itu kembali melanjutkan kata-katanya. “Lihatlah tembok ini, sekalipun kamu sudah mencabut seluruh paku yang ada, tetapi tembok tidak dapat kembali utuh lagi seperti sedia kala, banyak sekali lubang menganga dan retakan di tembok ini.” Bapak itu kemudian melanjutkan, “Setiap kamu melukai orang lain.. selamanya kamu tidak akan dapat menghapuskan luka itu.. sekalipun kamu sudah meminta maaf dan mencabut semua kemarahan dari orang-orang sekitarmu.”

You've got the idea guyz ?
good :)

Senin, 24 Januari 2011

Cerita Tentang Katak Kecil

Hey readers, aku capek banget abis belajar.. besok ujian kewarganegaraan sama mikrobiologi, bahannya ndeeh segudang! *lebay. Aku pengen blogging nih.. Tapi nulis apa yaa? Ckck. 
Berfikir.. berfikir.. berfikir..
Criiiinggg*** oh iya, ada cerita menarik yg aku dapet dari salah satu dosenku di kampus, Bu iie (boleh kan bu, saya cantumkan ceritanya disini? hhe) soalnya ceritanya menginspirasi dan sangat memotivasi. Aku pengen berbagi dengan kalian, siapa tau kalian belum pernah denger ceritanya. Bagi yang udah tau, yaudah, sekedar mengingat, insyaallah bermanfaat deh :)

This is the story................

Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil yang berlomba-lomba


Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi
Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta
Perlombaan pun dimulai…

Secara jujur, tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa berhasil mencapai puncak menara
Terdengar ada yang berkata:
“Oh, jalannya terlalu susahhhhh!!
Mereka  TIDAK AKAN BISA sampai ke puncak.”
atau:
“Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!!
Katak-Katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu…


Kecuali mereka  yang tetap bersemangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..
Penonton terus bersorak:
“Terlalu susah!!! Tak seekor pun yang akan berhasil!!!”
Lebih banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah… 

Tapi ada  SATU yang tetap melangkah hingga semakin tinggi dan tinggi…
Dia tak kenal menyerah kalah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara, kecuali  seekor katak kecil yang begitu berusaha keras dan menjadi  satu-satunya yang BERHASIL sampai KE PUNCAK!


SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?
Seekor peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan?
Ternyata…...
Oh ternyata.....
Katak yang menjadi pemenang itu...
"TULI"

Well...
Nasihat dari cerita ini adalah:
Jangan sekali kali memperdulikan perkataan orang lain yang mempunyai kecenderungan berfikiran negatif ataupun pesimis…
Karena mereka akan mengambil sebahagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita.
Selalulah ingat kata-kata bertuah yang ada.
Karena segala sesuatu yang kita dengar dan kita baca akan mempengaruhi perilaku kita!
Karena itu,
Selalu tetap….
POSITIVE!
Dan yang terpenting,
Bersikap TULI jika ada orang mengatakan bahwa KITA tidak bisa mencapai cita-cita kita!
Selalulah berpikir:
I can do this!

:)

Hmm
Terimakasih Bu iie atas ceritanya..
Bagaimana teman-teman?
Apakah kalian masih ingin mendengar perkataan orang lain yang meruntuhkan semangat kita mencapai impian dan tujuan?
Tentu tidak bukan?