Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Hidup Sehidup-hidupnya! Yuk!

Why do we have to live our lives to the fullest? Kenapa kita harus hidup sehidup-hidupnya?

BECAUSE LIFE IS SHORT. LIFE IS ONCE.

Berapa umur maksimal seorang manusia? 50 tahun? 60 tahun? 70 tahun? Kalau beruntung dan panjang umur, kita bisa hidup selama Jeanne Calment dari Perancis yang meninggal di usia 122 tahun. But heeeeyyy, how many people get to be a supercentenarian?

Lagipula, siapa yang bilang kalau hidup itu hubungannya dengan umur. Tidak. Kita tidak membicarakan tentang sekedar hidup. Kita sedang membicarakan "HIDUP".

Kita bisa aja hidup sampai ratusan tahun, tapi siapa yang menjamin kalau kita benar-benar "HIDUP"? Setiap hari mengerjakan hal-hal yang rutin. Setiap saat hanya mengikuti perjalanan yang dibentangkan didepan kita. Kita gak berani keluar dari kotak. Kita mengikuti pola yang sudah umum, yang sudah biasa. LAHIR - SEKOLAH - LULUS - KULIAH - KERJA - MENIKAH - PUNYA ANAK - TUA - MENINGGAL. Memang sih itu semua bakal kita jalani dan lewati, itu pola hidup, tapi apa mau hidup begitu aja, HANYA begitu saja? Gak mau melakukan hal lain yang tidak biasa? Apa gak mau merasakan hal-hal luar biasa didalam hidup? Gak mau merasakan pengalaman yang gak semua orang pernah rasakan?

Kita hidup di realitas deja-vu, situasi ketika semua berulang, ketika semua tertebak, ketika semua sudah ada aturannya. Padahal, setiap jengkal detik yang kita miliki, setiap terbit matahari yang berulang didalam hidup, adalah kesempatan untuk "HIDUP" SEHIDUP-HIDUPNYA. LIVE YOUR LIFE TO THE FULLEST!

Bangun dan buka mata untuk hal-hal yang gak pernah kita lihat sebelumnya, kumpulkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru setiap saat, dan manfaatkan kesempatan itu! Manfaatkan waktu yang singkat dan hanya sekali ini. Nikmati hidup. Berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain. Kenali sebanyak-banyaknya manusia. Tebarkan kasih sayang dan semangat positif. Lakukan hal yang berbeda! Bayangkan betapa ruginya kalau kita mengunci diri di dalam kotak. Mengetahui begitu banyak petualangan menyenangkan yang ditawarkan oleh hidup.

Kenyataannya, apa yang terjadi pada hidup kita bener-bener ada pada TANGAN KITA SENDIRI! Yeah, kalaupun ada yang namanya takdir, segala keputusan yang berkaitan dengan hidup kita, segala "IYA" dan "TIDAK" yang kita katakan pada setiap kesempatan yang kita temui, adalah berasal dari diri kita sendiri.

Itu artinya KITALAH YANG MENGATUR ARAH HIDUP, kesempatan yang kita temui, dan semua hal-hal yang akan kita lewati nantinya.


Life is truly what you make it!

Intan Fandini

Jumat, 25 Januari 2013

Kesalahan Harus Membuat Kita Lebih Baik

Meskipun aku telah melakukan sejuta kesalahan dalam hidupku, aku telah mendapatkan satu juta satu pelajaran. Tak ada yang bisa aku lakukan selain tetap maju dan melakukan segala yang terbaik dalam hidup.
- Mark Philip -



Manusia memang bukanlah makhluk sempurna. Di balik hal-hal luar biasa yang bisa dilakukannya, tentu terdapat kesalahan atau ketidaksempurnaan yang dimilikinya. Hal ini adalah sesuatu yang wajar. Ketidaksempurnaan itu terkadang begitu kecil dan remeh. Manusia bisa membuat ketidaksempurnaan itu menjadi sesuatu yang tidak berarti, sesuatu yang menguntungkan, atau justru merugikan.

Bagaimana cara seseorang menyikapi kekurangannya dan apa yang akan terjadi setelahnya adalah sebuah misteri. Ada orang yang menyerah dengan kelemahannya kemudian hidup dalam keterbatasan. Ada orang yang berjuang hingga berhasil melewati permasalahannya. Ada orang yang berhasil, kemudian karena suatu hal maka menjadi jatuh. Ada orang yang berulang kali berusaha dan baru mendapatkan keberhasilan pada usaha terakhir. Dan masih ada banyak kisah seperti itu. Bagaimana cara seseorang untuk bertahan dan bangkit dari kelemahan yang dimilikinya sering menginspirasi orang lain untuk menjalani hidup lebih baik :)

Selain kelemahan, bentuk lain dari ketidaksempurnaan adalah kesalahan. Manusia sering berbuat kesalahan yang mungkin bukan disebabkan oleh kelemahan yang dimilikinya. Kesalahan yang dilakukan ini sering membawa manusia ke dalam situasi yang tidak menyenangkan, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Bagaimana cara seseorang untuk menyikapi kesalahan yang telah dilakukannya dan memperbaiki keadaan adalah sesuatu yang juga kadang diperhatikan oleh banyak orang.

Sebuah peribahasa “Akibat nila setitik, rusak susu sebelanga” menggambarkan kesalahan kecil yang berakibat besar pada lingkungan sekitarnya. Hanya karena sebuah noda, susu dalam belanga jadi tak layak untuk dikonsumsi. Rusak total. Kesalahan kecil menjadi sebuah permasalahan besar.

Menyesal? Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya?


Sebuah penyesalan tanpa ada usaha untuk memperbaiki keadaan adalah sesuatu yang percuma. Namun, ada kalanya keadaan memaksa sehingga kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk memperbaikinya. Jika hal itu terjadi, maka pelajarilah pengalaman dan kesalahan itu agar tak terjadi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Kesalahan sekecil apapun, meskipun tidak menyebabkan apa-apa, tetaplah diperhatikan dan bertekadlah untuk memperbaikinya. Kita tersandung bukan karena batu yang besar, melainkan batu yang kecil.

Catatan Kepala: ”Tidak semua kesalahan perlu kita sesali. Ada kesalahan yang bahkan patut kita syukuri.”

Penyesalan memang selalu datang diakhir, karena jika datang diawal maka manusia tak akan pernah bisa berkembang dan bangkit. Kesalahan menjadi guru alami bagi manusia.
Terkadang beberapa hal menjadi salah agar kita menjadi lebih baik. Dan terkadang beberapa hal menjadi buruk agar kita menjadi lebih kuat :')

Readers,
Kita bisa saja membiarkan kesalahan-kesalahan kecil yang kita buat. Kita tahu itu kecil, biasa, dan remeh. Namun, ketahuilah bahwa kesalahan-kesalahan kecil itu akan terus bermunculan sebelum kita sanggup mengatasinya. Sebelum kesalahan itu berbenturan dengan kesalahan lainnya, alangkah baiknya jika kita bisa menyelesaikannya lebih awal. Kesalahan itu akan tetap sebagai kesalahan jika kita membiarkannya, tapi akan berubah menjadi sebuah kesempatan jika kita menanggapinya dengan benar.

Sudahkan kita belajar dari kesalahan?
Hore! Hari baru, teman-teman!

Intan Fandini 

Minggu, 11 November 2012

Menjadi bola pimpong! :)

Siang itu, ketika aku sedang duduk dengan santai di ruang bem di kampus, adik-adik tingkat beramai-ramai menghampiriku.. Kukira aku mau di demo atau di apain, hehe, khayalanku terlalu jauh saking bingungnya kenapa mereka tiba-tiba menyerbu ke arahku..

Ternyata mereka pengen sharing, sebelum itu mereka tanya dulu akunya lagi sibuk atau enggak, yaaah karena memang itu jam istirahat dan sedang belum ngapa-ngapain yaudah dengan senang hati..

Tiba-tiba, aku sedikit dikagetkan dengan pertanyaan,
"kak intan, gimana sih kalo mau jadi seperti kakak?"

dalem hati terbersit kata-kata ini: "operasi plastik aja dk, baru bisa jadi seperti kakak, itupun mungkin gak mirip-mirip amat, karena ciptaan Tuhan lah yg terbaik" INTAN PLISS, SERIUS.


oke.

langsung lenyap dari pemikiran konyol itu dan berkata:
"maksudnya gimana dk? emangnya kakak itu gimana? atau mau jadi anak mama papa kakak juga? hehehe" tanyaku asal.

"hehe enggaak kak, pengen seperti kakak yang bisa pinter di segala hal, kyaknya penuh dengan semangat, gimana caranya kak?"

upsss. entah pujian, atau sekedar hipotesis mereka saja, atau sengaja di lebay2 kan biar kalimat itu terdengar keren. Majas Hiperbola #uhuk. *mentang-mentang baru belajar majas*

"ahh kalian ini lebaay. sok tau niih kenapa bisa bilang pinter di segala hal? kakak gak pinter renang, gak pinter manjat, gak pinter main sepatu roda, gak pinter nyontek.. haha. kalian fikir kakak dukun? (orang pinter=dukun)" ckck

"haha kakak.. iya, maksudnya ceritain dong gimana kakak bisa berprestasi, gimana cara kakak memotivasi diri, menyelesaikan masalah, membagi waktu, dan lain-lain"

"oke gini, kakak ga akan menceritakan gimana keseharian kakak dengan panjang lebar.. kakak akan beri kalian sebuah contoh, sebuah motivasi. mauu?"

"maaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuu !!!" *kompak banget* hehe


"sebelumnya kakak mau tanya. Jika kalian memiliki masalah atau tekanan, jika kalian diibaratkan sesuatu benda, kalian memilih menjadi tipe manusia apa, disini kakak punya 4 pilihan. pertama, tipe kayu rapuh. kedua, tipe kapas. ketiga, tipe lempeng besi. keempat, tipe bola pimpong. wajib jawab!"

Adik-adik itu ada sedikit yang memilih kapas, namun yang terbanyak memilih tipe lempeng besi. Tak satupun memilih tipe kayu rapuh ataupun bola pimpong. hehe

"kenapa kalian banyak yang memilih lempeng besi? alasannya?"

"kuat kak!"
"iya, besi kan paling kuat dari semuanya kak"

"oke. kakak tampung jawaban kalian."
"sekarang kakak jelasin satu persatu..."

Pertama, tipe kayu rapuh.
Sedikit tekanan saja membuat manusia ini rapuh. Orang seperti ini kesehariannya mungkin terlihat bagus, akan tetapi didalam hatinya sangat rapuh. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sering galau. Sedikit saja kesulitan, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani, atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikir positif dan berani menghadapi suatu masalah.

Kedua, tipe kapas.
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang ini mampu bersikap fleksibel. Coba kita tekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan dan dapat kembali ke keadaan semula. Ia bisa melupakan masa lalu dan kembali ke titik awal untuk memulai lagi. Eits, namun kapas ini ada kekurangannya. Saking ringannya kapas, manusia tipe ini seolah tidak memiliki prinsip dan suka ikut-ikutan tergantung angin membawanya kemana. Oleh karena itu, kapas belum cukup mampu bertahan dalam kesulitan hidup dan menjadi pemimpin perubahan.

Ketiga, tipe lempeng besi.
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun, layaknya lempeng besi, ketika situasi menekan semakin besar, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, namun tidak untuk tekanan yang besar dan terus-menerus. Tambahan tekanan akan membuat mereka menyerah dan berputus asa. Memang orang dengan tipe seperti ini masih mau mencoba untuk bertahan, sebelum akhirnya ia menyerah.

Keempat, tipe bola pimpong.
Naaah, ini dia tipe yang paling ideal dan terhebat. Jangan sekali-sekali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini, karena tekanan atau masalah justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pimpong walau kecil-kecil begitu, saat ditekan, dilempar, ia justru memantul lebih dahsyat. Dan tipe seperti inilah yang banyak dimiliki oleh orang-orang sukses.



Adik-adik terdiam. Sebagian ada yg antusias, sebagian ada yang ber "ooohh". Wajah-wajah yang sulit kutebak maksudnya. Hehe. Namun mereka semua tiba-tiba pengen jadi bola pimpong. Haha.

"Loh, tadi katanya lempeng besi, kapas. Gak ada tuh kakak denger pengen jadi bola pimpong"

"Iya kan gak tau kak. Sekarang udah tau kalo tipe bola pimpong itu tipe yang gak ada kata menyerah. Kami mau jadi seperti itu kak"

"Wahh, beneer? Janji? Mau nerapin itu? Mau jadi sukses? Mau jadi seperti bola pimpong? Ciyus? Hahaha"

"IYA KAAAAAAAK, MAUUUUU"

"Bagus! Ayok kita sama-sama semangat ya, jangan mau kalah sama masalah apapun. Kita harus lebih kuat dari masalah. Siap jadi bola pimpong! Siap sukses! Oke sip?"

"SIIIIPPPP KAK, MAKASIH KAKAAAAKKK."

*mentang-mentang satu lawan banyak, suaranya kenceng amat* -_-

Begitulah keriuhan siang itu bersama adik-adik tingkatku di kampus. Menyenangkan membuat mereka tersenyum dan termotivasi. Menjadi semangat positif juga didalam diri untuk bisa lebih semangat lagi. Alhamdulillah.. :)

Nothing makes me happier than making their day a little bit brighter
Nice day..

Intan Fandini
 










Minggu, 14 Oktober 2012

Jangan terlalu lama memegang beban :)


"Banyak kali beban kita ni!"
"Ndeeeeeeh sakit kepala mikirinnya, beban beban beban!"
"Terbebani!"

Akhir-akhir ini, aku sering mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut temen-temenku. Tidak terkecuali aku yang tanpa sadar juga pernah menganggap sesuatu menjadi beban yang tak bisa dielakkan. Aku punya cerita bagus mengenai kenapa beban itu menjadi terasa sangat berat. Ketika aku merasakan beban yang luar biasa, seketika aku ingat cerita ini..

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
     
"Seberapa berat menurut anda kira- kira segelas air ini?"
 

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya," kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey.

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.




Nah temen-temen, ketika kita punya beban, letakkanlah beban itu pada waktu dan tempat yang semestinya. Ada kalanya kita memegang beban itu, dan ada kalanya kita beristirahat dan melepaskan beban tersebut. Jangan terus-terusan membawanya kemana-mana. Kita harus meninggalkan beban tersebut secara periodik agar kita mampu membawanya lagi. Bukan beban berat yang sebenarnya membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut :)


Gadis ini mungkin sudah stress jika terus-terusan memegang beban yang dimilikinya, hehe









Intan Fandini

Kamis, 13 September 2012

Say No to GALAU!

Galaaaaaauuuu !!!  Seberapa seringkah readers mendengar dan melihat kata ini?

Galau yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai hubbub adalah suatu kondisi dimana seseorang sedang merasa kacau, merasa tidak karuan, dan gelisah pada satu kondisi. Umumnya yang terjadi adalah kondisi yang buruk seperti kegagalan, nilai yang buruk, dapet tugas yang ajaib susahnya, atau kalau lagi putus cinta, diselingkuhi, orangtua ribut, serta berbagai masalah yang bisa memicu seseorang dalam sedetik langsung GALAU.

Ya, galau. Galau bukan cuma sekadar kata sifat. Galau adalah sebuah fenomena, galau kini sebuah tren dan parahnya galau telah mewabah.. Galau sudah hampir menjadi sebuah ideologi (agak lebay), tapi iya juga, teman seperjalanan yang paling pengertian. Bahkan, galau sudah sangat akrab bagaikan anggota keluarga baru buat orang-orang Indonesia. Sedahsyat itukah??

Jangankan orang, kucing aja galau ye :p

Kalau di dunia maya, ciri-ciri orang yang lagi galau itu yang kelihatan banget, seperti:
> Kurang percaya diri serta resah dan gelisah
> Pengeluh sepanjang masa, dikit-dikit curhat, sering kali curhat colongan alias curcol
> Self centered ( semuanya menceritakan tentang dirinya, dirinya, dan dirinya )
> Masalah pribadi diumbar ke publik
> Agak lola hehe
> Membuat banyak status atau tweet dalam waktu singkat cuma tentang perasaan dan kondisinya
> Mengubah ID facebook dengan nama belakang seperti "Selly Ingin Bahagia", "Putra Sudah Dewasa", dll.. alay hha
> Sering nge-RT tweet yang isinya juga galau

*nb : jangan tersinggung ya, karena semua orang pernah galau kok, termasuk aku, tapi gak harus punya ciri-ciri diatas juga hhe

Iya, seperti yang barusan aku bilang, semua orang pernah galau, orang sukses pun pernah galau, artis juga bisa galau, bahkan seorang motivator sekalipun, yang membedakannya adalah seberapa lama orang itu galau, dan seberapa hebat ia menghadapi dan mengatasi masalahnya ataupun kegalauannya :)

Penyebab kegalauan itu bermacam-macam. Salah satunya kekecewaan. Aku pribadi pernah banget ngerasain yang namanya kecewa, seketika galau menghampiri. Weits, tapi ga boleh lama dong, buat apa aku kecewa terlalu lama, karena ga bakalan mengubah apapun kan?


Lantas, apa yang aku lakukan?
> Tarik napas yang dalam dan hembuskan perlahan lewat mulut
> Berusaha menyadari apa yang telah terjadi dan introspeksi
> Curhat sama Allah, berusaha menyadari realitas bahwa takdir Allah pasti punya maksud
> Positive thinking. Ingat !!! Setiap pikiran negatif menguras energi dan kekuatan kita sehingga kondisi fisik menjadi tidak stabil
> Yakin dan percaya bahwa roda itu berputar. Tuhan tidak memberi yang kita minta, tetapi yang kita butuhkan :)
> Bersyukur, tersenyum, dan menatap kembali dunia dengan optimis



"Kecewa itu biasa, tetapi mampu mengobati kekecewaan adalah milik orang dengan mental luar biasa"

Bayangkan segala harapan dan kesempatan dalam hidup kita. Ketika kita belum berhasil mendapatkan kenyataan sesuai dengan harapan, kecewa yang akan menemani hidup kita, dan jika kekecewaan itu terus memenjara energi positif kita, galaulah yang kita rasakan.

INGAT BRADER N SISTER !! KESEMPATAN KALI INI MUNGKIN KITA MEMANG BELUM BERHASIL, TETAPI BERHASIL MENGUSIR KEKECEWAAN DAN KEGALAUAN SERTA BANGKIT DARINYA ADALAH SIFAT PARA JUARA !!

Itulah kehidupan. Selalu ada upaya Tuhan untuk membuat kita lebih baik, lebih hebat, lebih kuat, lebih bijak, lebih berpengalaman, lebih dekat dengan-Nya, lebih berani, sehingga pada akhirnya kitapun mendapatkan yang terbaik. Semua persoalan-persoalan kehidupan kita datang dengan penyelesaiannya, tugas kita adalah menemukan jawaban persoalan tersebut untuk mendewasakan kita. Jika tidak segera bangkit, masalah akan tetap hadir dan jadilah kita galau dalam menghadapinya. Sambutlah dan terimalah tanda cinta dari Yang Maha Kuat, untuk menguatkan kita.. :') Be happy :)
You spoke to your heart, ntan..
Bye bye galau!


Intan Fandini

Minggu, 06 Mei 2012

Pemenang atau Pecundang? Itu Pilihanmu!

Readers, udah lama aku ga nulis yang begini lagi. Kebanyakan akhir-akhir ini tulisanku seputar kegiatan dan kegiatan saja ya, hehe. Ehm baiklah, setelah kemaren menyelesaikan membaca beberapa buah buku psikologi remaja, fikiranku terbuka lagi dan kali ini aku akan mulai menulis tentang motivasi lagi. Semoga bermanfaat :)



Well, temen-temen pernah dengar kata-kata pemenang dan pecundang kan? Nah, sebenarnya apa yang membedakan pemenang dan pecundang BUKAN apa yang terjadi pada mereka. Aku tegaskan bahwa yang membedakan mereka adalah pilihan yang mereka ambil.

Temen-temen tau? Banyak pemenang yang dilahirkan dengan kondisi dan lingkungan yang buruk! Beberapa dari mereka dilahirkan dari orangtua yang kasar, dilahirkan dengan IQ rendah, dilahirkan di keluarga yang sangat miskin, bahkan dilahirkan dengan kondisi cacat. Meskipun demikian, mereka luar biasa sukses dan bahagia karena mereka memilih pikiran dan tindakan positif.

Pada saat yang sama, banyak pula orang yang dilahirkan pintar, kaya, dan berpenampilah menarik. Nah karena mereka memilih pikiran dan tindakan yang negatif, sesempurna apapun mereka akhirnya berakhir bangkrut, kecanduan obat-obatan, bahkan hidup sengsara.

Kita simak perbedaannya yuk!


#Pecundang

Ketika seorang pecundang mempunyai masalah, mereka selalu memilih untuk melakukan tiga hal. Pertama, mereka memilih untuk memberikan pembenaran. Contohnya, jika mereka telah kalah dalam suatu kompetisi, mereka akan memberi pembenaran kepada diri mereka sebenarnya, seperti "tidak ada waktu untuk berlatih", "aku tidak beruntung", atau "jurinya tidak adil".

Kedua, pecundang memilih untuk menyalahkan orang lain. Contohnya, mereka akan menyalahkan pelatih mereka, "dia pelatih yang buruk" atau mereka akan menyalahkan orangtua, "orangtuaku tidak mendukungku", "orangtuaku tidak berbakat dalam hal ini, aku mewarisi gen mereka".

Terakhir, pecundang lebih suka menghabiskan waktu untuk mengeluh dan mempertanyakan mengapa segala hal yang terjadi dalam hidupnya selalu buruk daripada memperbaiki kekurangan diri mereka sendiri.

Jika diri kamu melakukan hal-hal tersebut, jangan merasa buruk. Ini termasuk normal. Banyak remaja yang secara tidak sadar menjadi "mode pecundang" ini. Aku sendiri mengakui pernah berfikiran seperti itu, ternyata kata-kata yang kita lontarkan tanpa sadar merupakan kata-kata yang diucapkan seorang pecundang. Dan sekarang kita sudah mengetahuinya bukan? Jadi, apakah kita akan tetap menjadi "mode pecundang"? Apa yang akan terjadi jika tetap memelihara "mode pecundang" didalam diri kita? Kita akan benar-benar menjadi seorang pecundang sejati! Hiiiyy.

Masalahnya adalah, walaupun menyalahkan orang lain akan membuat kita merasa lebih baik untuk sementara waktu, namun ini tidak akan mengubah apapun! Kita akan tetap bermain dengan buruk. Kita akan tetap gagal di masa depan, kemudian kita akan merasa lebih buruk lagi.

Ketika kita menyalahkan sesuatu atau orang lain, sama saja dengan kita membuang energi.


#Pemenang

Apakah sang pemenang mendapatkan keberuntungan dan segala hal baik setiap saat? Tidak. Faktanya, beberapa dari mereka mungkin dilahirkan dalam keluarga miskin, mempunyai orangtua yang kasar, mempunyai guru yang buruk, atau jarang mendapatkan kesempatan. Namun, mereka selalu mempunyai kekuatan untuk membuat hidup mereka sesuai dengan yang mereka mau.

Ini karena pemenang memilih untuk BERTANGGUNGJAWAB untuk segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Contohnya, jika mereka gagal dalam tes, pemenang akan bertanggungjawab terhadap situasi tersebut.

Daripada menyalahkan yang lain dan memberi pembenaran, mereka percaya bahwa MEREKA YANG MEMBUAT hasil tersebut karena pilihan yang dulu mereka ambil. Mungkin mereka kemarin memilih untuk tidak memperhatikan saat guru mengajar di kelas, mungkin dulu mereka memilih untuk tidak giat belajar, atau memiliki strategi belajar yang tidak efektif.

Karena pemenang percaya bahwa mereka sendiri yang membuat hasil yang diperoleh, mereka tau bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mengubah dan menciptakan hasil yang berbeda. Mereka juga percaya bahwa untuk mengubah sesuatu, merekalah yang harus mengubah diri mereka sendiri.

Bertanggungjawab memberi kita kekuatan.


Kita punya pilihan dalam hidup, jadi, pilihlah untuk menang!

Intan Fandini