Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Tentang Diam

Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi komentar..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam menegur..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi nasihat..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memprotes..
Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam persetujuan..

tapi..

Biarlah DIAM kita mereka paham artinya..
Biarlah DIAM kita mereka terkesan maknanya..
Biarlah DIAM kita mereka maklum maksudnya..
Biarlah DIAM kita mereka terima tujuannya..

karena..

DIAM kita mungkin disalah artikan..
DIAM kita mungkin mengundang prasangkaan..
DIAM kita mungkin tidak membawa maksud apa2..
DIAM kita mungkin tak berarti..

maka..

jika kita merasakan DIAM itu terbaik..
seharusnya kita DIAM..
namun seandainya DIAM kita bukanlah sesuatu yang bijak..
berbicaralah, sehingga mereka DIAM..





Intan Fandini   

Rabu, 28 Desember 2011

Aku takut...

Aku takut..
Semua ini hanyalah ilusi
yang kubangun dalam pikiranku sendiri..
Karena kau serupa angin
yang kadang membelai perasaanku lembut..
Namun,
kadang membuatku takut..
Takut terhempas terlalu keras..
Karena kau dan tanda-tandamu yang tak jelas..
Tidak memberiku alasan untuk berharap terlalu banyak..


Sabtu, 17 Desember 2011

Hujan itu.. Kenangan :)

 
Ketika hujan datang..
Aku termenung . Dari sudut jendela kuperhatikan tetes demi tetes air yang jatuh . Dingin . 

Ketika hujan datang..
Fikiranku melayang . Samar-samar kulihat wajahnya . Wajah bahagia, meski disaat hujan .

Kau tau?
Saat hujan, aku memikirkanmu.. Memikirkan kita.. 
Kenangan di saat hujan itu sungguh tak pernah kulupa..
Tertawa bersama teriakan hujan..
Saat dinginnya elemen-elemen air dan udara menusuk tubuh kita..
Yang menghangatkan kita hanyalah kebersamaan..
Yang menghangatkan kita adalah hati..

Dan kini, kenangan itu membeku..
Di hati ini..

Catatan kecil gadis kecil

Intan Fandini

Minggu, 27 November 2011

Percayalah kau bisa meraihnya

Kau adalah apa yang kau pikirkan
Kau tidaklah seperti yang mereka katakan
Jadi tetaplah berdiri tegar
Biarlah sang badai menghajar
Acuhkan apa yang dikatakan mereka
Percayalah kau bisa menggapai semua
Yakinkan hati mu bisa melakukannya
Berpikirlah kau bisa terbang tinggi ke angkasa
Raih cita gapai asa harapan di depan mata
Jangan kau takut melangkahkan kakimu
Jangan pernah berhenti
Dan mengakhiri semua
Percaya lah hati mu bisa meraihnya..

Senin, 21 November 2011

Merindukannya..

Tuhan..
Bolehkah aku merindukannya?
Hanya sekedar merindukannya..


Wajah itu..
Tatapan itu..
Senyum itu..
Suara itu..
Ahh .

Jujur..
Aku merindukanmu..
Ingin rasanya segera bertemu..
"soulmate"



Sabtu, 29 Januari 2011

Sepiku dan Sepimu

Malam ini aku kembali terdiam sendiri di sini
Termakan kembali oleh sunyinya malam ini
Dan akupun kembali hanya sendiri dan sendiri
Tak ada kawan di sini kecuali sepi yang menemani
Malam ini sepi kembali melanda dan menyerangku
Mengusik dan mengganggu ketenangan hati dan bathin
Terus mengusik dan mengusik ketenangan
Mengingat kembali pada semua kenangan
Dan mendatangkan rasa kesepian

Dan aku …….
Termakan oleh sepi yang kau hadirkan
Tenggelam dalam keegoisan
Terdiam dalam kegelapan
Dan kesepian ……
Aku di sini semakin terpuruk dan terpuruk
Dalam kesepian ini
Dalam kesendirian ini
Dalam keadaan yang sepi ini
Dalam sepiku dan sepimu



















 
Klik .

Aku menarik nafas panjang sepanjang yang aku bisa. Mendorong kenop pintu sembari mengernyipkan mata. Tidak ada warna yang mampu diterjemahkan oleh sel konus di mataku, namun sel sel batang masih mampu mengerjakan perannya dengan baik hingga masih ada cahaya remang yang bisa aku ikuti . Kupejamkan mata , sejenak .

Klik .

Ah , kusesali apa yang baru saja ditangkap indera pengelihatan dan pendengaranku .
Tidak ada apa apa atau siapa siapa . Masih sunyi . Sepi . Tidak ada dentingan piano ataupun petikan harpa . Hanya mampu mendengar suara nafas yang cepat cepat dan langkah kakiku yang gemetar .

Tes . 

Ah . Di luar sana hujan lagi . Angin akan membawa udara dingin, atau bahkan beberapa percikan air dingin. Dan semua akan menjadi lebih dingin .

Aku perlu menghangatkan diri di perapian .


Minggu, 19 Desember 2010

Apalagi yang pantas ditakutkan ??

Sebenarnya apa yang kau takutkan ?
Perbedaan ?
Bukankah sejak awal kita telah beda ?
Tak satupun manusia yang sama
Kita berdampingan pun karena beda yang kita bawa
Dia yang mampu, berbeda dengan kita yang tak mampu
Kita yang bisa, berbeda dengan dia yang tak bisa
Perbedaan buat kita paham bahwa kita lemah...
Buat kita tau bahwa kita membutuhkan...
Buat kita sadar bahwa kita tak pernah sempurna...
Kau tak perlu takut!
Perbedaan justru pertemukan kita dengan si pelengkap
Pelengkap hati...pelengkap hidup...

Sebenarnya apa yang kau takutkan ?
Perpisahan ?
Perpisahan yang bagaimana ?
Kita masih di satu tempat bernama bumi
Satu tempat pijakan
Saat malam, bulan yang kita lihat pun sama
Itu jadi bukti betapa dekatnya kita
Kau tak perlu takut
Perpisahan tak pernah ada

Sebenarnya apa yang kau takutkan ?
Kematian ?
Bukankah yang hidup pasti menemui mati ?
Saat itu kita jelas telah beda
Beda dunia..beda tempat..juga beda waktu
Saat itu kita jelas telah pisah
Berpisah dengan semua yang di dunia...
Berpisah dengan semua tempat yang pernah dipijak...
Berpisah dengan kenangan tiap masa...
Saat itu kita takkan lagi bertemu dengan mereka yang kita cinta
Takkan lagi bisa menatap mereka yang tercinta
Tapi kau tak perlu takut
Bukankah kita masih punya cinta ?
Cinta tak berakhir hanya karena kita tak saling bertemu...
Cinta tak usai hanya karena kita tak saling menatap...
Bukankah manusia tetap mencintai Tuhan meskipun seumur hidup mereka tak pernah bertemu dan bertatap muka dengan-Nya ?
Jadi sebenarnya apalagi yang kau takutkan ?

Tenanglah selalu
Ada aku menjagamu
Ada kau menjagaku
dan ada Tuhan menjaga kita

Kita takut hanya pada Tuhan
Tak ada lagi yang pantas tuk ditakutkan...



:)